Sejarah Sekar Kamulyan

MENGUAK SEJARAH PENCAK SILAT
ALIRAN AOM TUR'AT DI TATAR GALUH CIAMIS


Raden Aom Tur'at berasal dari Kota Kembang Bandung. Pada tahun 1935 ia berkelana ke Tatar Galuh Ciamis untuk mengembangkan ajarannya melalui Pencak Silat. Pertama kali ia kembangkan di Cijantung Ciamis. Ia pun menikah pertama kali dengan seorang gadis Cijantung. Namun beberapa tahun kemudian istrinya meninggal. Setahun setelah Indonesia Merdeka pada tahun 1946 ia menikah lagi dengan seorang janda cantik dari Dusun Cikatomas Desa Handapherang yang bernama Ny Arsitem (yang terkenal dengan nama Ny Itong). Dari sinilah ia terus mengembangkan ajaran pencak silatnya. Sehingga pada waktu itu, Desa Handapherang dijadikan sebagai pusat latihan pencak silat, yang menyebar ke berbagai daerah, di antaranya ke daerah Cidewa Dewasari, Janggala, Karang Ampel, Cimaragas, bahkan ke daerah Ciparigi.

R. Aom Tur'at yang mahir juga berbahasa Belanda ini wafat pada jaman revolusi bertepatan dengan Agresi Militer Belanda ke II yang terjadi pada tahun 1949 dalam usia 71 tahun. Ketika wafatnya R. Aom Tur'at tidak seperti halnya kebanyakan orang pada umumnya, ia wafat secara tiba-tiba dan langsung lenyap (sunda: silem). Sehingga masyarakat pun tersentak kaget pada waktu itu. Sebelum wafat ia memang mengalami sakit, namun sakitnya pun tidak seperti kita berbaring di tempat tidur. Ketika sakit, ia masih sempat jalan-jalan ke sana ke mari tanpa pakai baju, sehingga orang-orang pun keheranan sambil bergumam (sing kecewis). Maka dari itulah, kuburannya pun tidak ada yang tahu di mana sebenarnya dia meninggal.



Mengenai gerakan jurus-jurusnya ini merupakan gabungan dari berbagai guru. Untuk mendapatkan kesempurnaan ilmunya, ia sempat berguru ke 10 orang guru silat yang terkenal pada masa itu. Dari kesepuluh guru yang mengajarkan gerakan jurus silat, lalu ia ambil inti-intinya saja yang telah ia uji kehebatan gerakannya. Pada akhirnya muncullah gerakan pencak silat aliran Aom Tur'at, yang terdiri dari 30 gerakan Jurus (sebagai jurus dasar), 11 gerakan Lapisan (gerakan gabungan dari jurus dasar), 5 gerakan Pecahan (gerakan jurus gabungan yang diiringi gerak langkah kaki), Kaedah (isi dari gerakan jurus), dan 5 jurus Bedog (jurus dengan menggunakan golok).

Jurus merupakan teknik gerak fisikal berpola yang efektif untuk membela diri maupun menyerang tanpa menggunakan senjata. Jurus hanya boleh digunakan untuk pembelaan diri. Dalam konteks ini, falsafah budi pekerti luhur sebagai jiwa dan sumber motivasi penggunaannya. Substansi pencak silat itu sendiri yang mempunyai aspek nilai etis (mental spiritual) sebagai pengendalian diri, teknis (beladiri), estetis (seni) dan sportif (olahraga) sebagai satu kesatuan.

R. Aom Tur'at terkenal sebagai orang yang taat menjalankan ajaran agama, dan selalu dekat dengan guru-guru ngaji di Madrasah. Setiap kali murid yang berguru kepadanya, yang pertama kali ia syaratkan adalah mesti mengerjakan shalat lima waktu yang tidak boleh ditinggalkan. Sehingga falsafahnya: “Ngaliwatan penca silat sing bisa shalat; jeung anjang sono ku silaturrahim” (melalui pencak silat harus bisa shalat dan harus bisa menjalin ikatan silaturrahim).

Pada waktu itu warna seragam yang dipakai untuk pentas dan latihan, R. Aom Tur'at menyarankan memakai pakaian putih, yakni baju berwana putih, celana pun berwarna putih, namun untuk kain ikat pinggangnya berwarna kekuning-kuningan. Dalam hal ini dapat kita maknai bahwa warna putih merupakan lambang kesucian dan kebersihan (lahir dan batin), sedangkan warna kekuning-kuningan merupakan lambang keagungan, kewibawaan dan persahabatan.

Murid-murid R. Aom Tur'at yang terkenal adalah: 1) Wikatma (Bah Emo) dari Handapherang, 2) Fachrudin (ayahanda Empud Saepudin) dari Handapherang, 3) Abas Masduki dari Janggala, 4) Den Emod dari Cimaragas, 5) Ahyar dari Karang Ampel, 6) Jajuli dari Cidewa Dewasari. Adapun murid-muridnya yang lain yang pernah berguru kepadanya di antaranya: H. Hasan (Mantan Kepala Desa Handapherang), Achmad Djalaludin (Kepala Desa Handapherang pada saat itu = Ayahanda Kang Hasbi), Ijazi (anak dari Ny Arsitem sebelum nikah dengan R. Aom Tur'at), Sasmita, Sukinta, Suwanta, Ahmad, H. Tahya, Tahyudin, Sayubi, Samsudin, Muchtar, Al Hapi, Atmaja, Lomri, Madrofi, Ojo, Wanta, Jae Sasmita, Hambali, Sukaeri, Fahroji dan Djuhana.

Pencak silat merupakan kata majemuk dari kata pencak dan silat. Istilah pencak silat itu sebenarnya berasal dari Tatar Sunda, yakni ”penca silat” (maénpo). Penca berarti pancakaki (mengenal tali hubungan keluarga), kata silat akronim dengan kata Silaturahmi.

Pencak silat itu selain mengandung olahraga diri juga mengandung falsafah yang menjadi adiluhung dan ciri warisan budaya leluhur kita. Gerakan pencak silat itu terdiri dari :
1. Gerakan néwak jeung miceun
(gerakan menangkap dan membuang)
2. Gerakan neunggeul
(gerakan memukul)
3. Gerakan ngelés/nyingcet
(gerakan menghindar)
4. Gerakan ngalumpuhkeun
(gerakan melumpuhkan lawan)

Ketiga gerakan inti tersebut secara filosofis berarti kita harus mampu menangkap nafsu jahat yang datang pada diri yang seterusnya harus segera dibuang, namun apabila nafsu terus berkobar maka harus dipatahkan dengan cara memukulnya dan apabila nampak membahayakan pada diri maka harus segera dilumpuhkan/dipatahkan.

R. Aom Tur’at berkata: ”Maenpo gerak teh hiji kecap anu aya tilu rupi pihartosenana, nyaeta (1) usik, (2) karep, (3) rasa” (Pencak Silat itu merupakan suatu kata yang memiliki tiga makna, yakni gerak, kemauan/niat, dan perasaan yang merupakan gerak batin). Gerak jurus (usik) itu terdiri dari 3 bagian : usik mimiti (permulaan gerak), usik tengah (pertengahan gerak), usik tungtung (penghujung gerak).

Dalam belajar usik (gerak jurus) harus memiliki tiga kontrol utama, yaitu :
1. Kedah tiasa ngosongkeun émutan sareng minuhan émutan (gembleng kana hiji hal). Maksudnya kita harus mampu mengosongkan pikiran dan mengisinya pikiran itu untuk fokus pada satu hal/ tujuan.
2. Kedah bedas, hartosna bedas nyaéta sanés tanaga namung manah kedah teguh, kedah tiasa merangan nafsu anu awon. Artinya hati harus teguh, dan harus mampu memerangi hawa nafsu yang jelek.
3. Kedah ikhlas, hartosna manah kedah suci, margi kedah tiasa ningali batin salira ku anjeun, sareng kedah nyaksi ku manah kana kaagungan Gusti anu Maha Suci. Maksudnya, harus ikhlas, dalam arti hati harus suci, sebab harus bisa melihat diri dengan batin kita sendiri, serta harus meyakini akan keagungan Allah Yang Maha Suci.

R. Aom Tur'at berpesan pada murid-muridnya dengan kalimat: ”Hormat ka saluhureun, nyaah ka sahandapeun, deudeuh ka sasama”. Ini adalah bagian dari gerak rasa, karena itu beliau berkata, ”bagian rasa kedah ditarima ku rasa deui”. Jangan malah sebaliknya lebih ”resep maledog kanu gedé, nalipak kanu leutik, aing-aingan, resep pasea jeung garelut/jogol”. Sehingga jika ada yang sedang latihan pencak silat dalam kondisi penuh dengan nafsu amarah, beliau acap kali berkata: ”Beu lapur” (tidak ada manfaatnya –belajar silat). Dalam hal ini ketika menghadapi lawan, kata beliau, kuncinya adalah ”Ulah hayang menang, ulah sieun éléh, babakuna kedah teger, kumpulkeun dina manah; kantun nengetan usikna jalmi” (jangan ingin menang, jangan takut kalah, tapi harus fokus konsentrasi yang dipusatkan di hati, perhatikan gerak langkahnya orang).


Dalam masalah peralatan pencak silat pun memiliki makna tersendiri, yakni :
1. Kendang indung, artinya bahwa fungsi sang bunda (indung) merupakan wujud yang mesti menjadi patokan yang dapat menuntut jalan hidup kita (nu nungtun jalan hirup urang saréréa) dalam menjalankan derap langkah kehidupan.
2. Kendang anak, artinya anak mesti tunduk kepada tuntunan ibundanya (indung).
3. Kuluwung (kula suwung) dan kulitnya, yang artinya bahwa diri kita sudah semestinya banyak diingatkan oleh diri kita sendiri sebelum diingatkan oleh orang lain.
4. Goong yang berbunyi gung..., gung - gung... (dina pamungkas udagan) pada setiap penghujung pergantian gerakan. Artinya dalam setiap langkah kita senantiasa menyuarakan pujian kepada Allah Yang Maha Agung.
5. Terompet berbunyi dalam arti ajakan untuk senantiasa serempak untuk giat bekerja (ngehempak-hempak nitah prak gawé).

Bagi yang akan belajar pencak silat sudah semestinya menjaga berbagai anggota tubuh dari perbuatan yang tercela, sehingga ada petuah sunda yang mesti kita jaga (raksa/rawat) dalam kehidupan : Uteuk jeung elinganana; panon jeung awasna; ceuli jeung eungeuna; irung jeung angseuna; sungut jeung ucapna; sarap jeung rasana; hate jeung pikirna; leungeun jeung obahna; oge suku jeung lengkahna.

Pencak silat merupakan seni beladiri yang di dalamnya sudah sangat dikenal terdapat suatu pola latihan yang dinamakan sebagai ”ulinan”, yang memberikan dampak segar baik fisik maupun fikiran. Ulinan sebagai pencak silat memerlukan ketelitian, kewaspadaan, ketepatan, ketangkasan dan kecepatan. Hal ini karena gerakan pencak silat lebih banyka menggunakan hindaran ketimbang benturan fisik.

Sebagai kata penutup, sudah semestinya siapa saja yang akan mempelajari gerakan pencak silat aliran R. Aom Tur’at dilandasi dengan 11 (sebelas) hal, yakni :

1. Kedah ngabdi ka Alloh
(Mengabdi pada Allah SWT)
2. Hidmah ka Ibu rama
(Khidmat pada kedua orangtua)
3. Ta’at ka pamarentah salagi aya dina jalan bener
(Taat pada pemerintah selama dalam jalan kebenaran)
4. Ta’at kana kawajiban diajar
(Patuh pada kewajiban belajar)
5. Sopan santun
(Memiliki tata kesopanan)
6. Silih ma’af
(Saling mema’afkan)
7. Silih wasiatan dina jalan kasaean
(Saling menasehati dalam hal kebenaran)
8. Silih tulungan
(Saling membantu/ tolong menolong)
9. Ngaberesihkeun laku tina mipit teu amit ngala teu ménta
(Membersihkan diri dari perilaku merugikan orang lain seperti halnya mencuri).
10. Ngaberesihkeun tékad
(Membersihkan kebulatan tekad)
11. Jihadun-nafsi
(Jihad memerangi hawa nafsu).

Mari kita lestarikan pencak silat di Tatar Sunda yang mengandung nilai-nilai spiritual dan budaya luhur. Melalui khazanah budaya luhur pencak silat itu sendiri, maka silat akan dapat diwujudkan sebagai hakikat dan tingkatan tertinggi ilmu silat yaitu silaturrahim.

Salam silaturrahim!

2 komentar:

kayla mengatakan...

salam kenal dari sekar kamulyaan di balaraja tangerang banten,banyak hal yang sama dan yang baru saya tahu.....mudah2an kita bisa silaturahmi di darat melalui blog ini.....

Achmad Syafei mengatakan...

Sampurasuuun...sim kuring wasta pun Uu Achmad Syafei (Disporabudpar Kab.Tangerang) miwah pun lanceuk Ki Henhen (Hendarman, S.Pd - guru SMAN 1 Kab. Tangerang)ngiring mairan. Kalintang reueusna maos sajarah Sekar Kamulyaan Indonesia ti Tatar Galuh Ciamis miwah sajarah Bapa Aom Tur'at. Pangemut sim kuring masih aya salah sawios putra murid Aom Tur'at anu linggih di Langensari Banjar anu jenenganana Kartawijaya alias Abah Karto Badingkong. Kanggo ngamumule tur ngembangkeun warisan Ajaran Aom Tur'at, di Tangerang tos ngawujud Sekar Kamulyaan Indonesia (SKI) anu dipupuhuan ku pun lanceuk (Ki Henhen) salah sawios murid Abah Wikatma alias Bah Emo). Etang nambih luang kanggo murid Paguron Sekar Kamulyaan Indonesia (SKI) Tangerang...diantos sumbang emutan mangrupi informasi anu langkung lengkep ti para putra murid Aom Tur'at atanapi Bah Wikatma sareng sanesna...sae kintunkeun ka alamat email pribados...achmadbagja65@yahoo.co.id atanapi kontak person ka 081282410003. Htr nuhun wassalam..

Poskan Komentar